Guiding block adalah ubin khusus dengan tekstur timbul yang digunakan untuk membantu penyandang disabilitas netra dalam berjalan.

Permukaan ubin ini memiliki pola berbeda yang bisa dikenali dengan tongkat atau telapak kaki, sehingga mereka dapat mengetahui arah jalan, tanda berhenti, atau potensi bahaya.
Banyak orang sering menyamakan guiding block dengan tactile paving. Padahal, tactile paving merupakan istilah global, sedangkan di Indonesia istilah yang lebih sering digunakan adalah guiding block. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam sistem aksesibilitas kota modern dan mendukung konsep kota ramah disabilitas.
Pemasangan guiding block bukan sekadar pelengkap estetika trotoar, melainkan bagian penting dari sistem keselamatan publik. Fungsinya antara lain:
Jalur pandu bagi tunanetra. Guiding block dengan pola garis membantu pengguna berjalan lurus sesuai jalur.
Tanda peringatan. Pola titik memberi sinyal untuk berhenti atau waspada.
Meningkatkan keselamatan. Mencegah penyandang disabilitas menabrak rintangan atau masuk ke area berbahaya.
Mendukung regulasi pemerintah. Sesuai amanat undang-undang terkait aksesibilitas penyandang disabilitas.
Dengan guiding block, lingkungan publik menjadi lebih inklusif dan aman digunakan semua kalangan.

Jenis ini memiliki pola garis lurus memanjang. Fungsinya adalah sebagai penunjuk arah. Biasanya ditemukan di trotoar panjang, jalur menuju halte bus, stasiun, atau pusat keramaian.
Jenis ini memiliki pola titik-titik timbul. Berfungsi sebagai tanda berhenti atau peringatan. Umumnya dipasang di depan zebra cross, pintu masuk gedung, atau dekat tangga agar pengguna lebih waspada.
Kedua jenis ini biasanya dipasang berurutan sehingga membentuk jalur pandu yang jelas.
Guiding block tersedia dalam berbagai material, masing-masing dengan keunggulan dan kelemahan:
Beton: Kuat, tahan lama, cocok untuk area outdoor.
Keramik: Tampilan lebih rapi, sering dipakai di dalam ruangan.
Karet: Fleksibel, pemasangan lebih mudah, nyaman dilalui.
Plastik atau resin: Lebih ringan, harga ekonomis, mudah ditemukan.
Standar ukuran umumnya 30x30 cm dengan warna kuning cerah agar kontras dengan trotoar. Warna ini memudahkan identifikasi, baik oleh tunanetra maupun masyarakat umum.
Pemerintah Indonesia telah mengatur penggunaan guiding block melalui SNI 03-1733-2004 tentang tata cara perencanaan aksesibilitas pada bangunan dan lingkungan. Beberapa ketentuannya antara lain:
Guiding block dipasang berurutan dengan pola konsisten.
Jarak pemasangan harus rata tanpa celah berbahaya.
Warna harus kontras dengan lantai sekitarnya.
Pemasangan pola titik selalu di area berhenti atau titik transisi.
Kesalahan umum dalam pemasangan misalnya guiding block yang terputus, mengarah ke tembok, atau tidak konsisten antara pola garis dan titik. Hal ini berpotensi membahayakan pengguna.
Harga guiding block di pasaran bervariasi tergantung bahan dan kualitas:
Beton: Rp80.000 – Rp120.000 per pcs.
Keramik: Rp60.000 – Rp100.000 per pcs.
Karet: Rp100.000 – Rp150.000 per pcs.
Plastik/resin: Rp50.000 – Rp80.000 per pcs.
Harga juga dipengaruhi lokasi pembelian, jumlah order, dan apakah pembelian dilakukan langsung ke supplier atau melalui marketplace.
Agar guiding block awet dan tetap berfungsi optimal, berikut tips perawatan:
Bersihkan rutin dari debu dan kotoran agar tekstur tetap terasa.
Gunakan cairan pembersih ringan untuk menjaga warna tetap kontras.
Segera ganti jika ada bagian pecah atau terlepas.
Hindari beban berlebih (misalnya parkir kendaraan berat di atasnya).
Perawatan yang baik tidak hanya menjaga estetika, tetapi juga memastikan keselamatan pengguna.
Menggunakan guiding block bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga investasi sosial:
Aspek sosial: Lingkungan lebih ramah dan inklusif untuk semua.
Aspek hukum: Menghindari sanksi atas pelanggaran aksesibilitas.
Aspek estetika: Membuat trotoar dan fasilitas publik lebih tertata.
Dengan guiding block, sebuah kota menunjukkan komitmen terhadap keberagaman dan inklusivitas.
Apa beda guiding block dengan tactile paving?
Guiding block adalah istilah yang umum dipakai di Indonesia, sementara tactile paving istilah internasional. Fungsinya sama.
Apakah wajib dipasang di semua trotoar?
Ya, terutama di fasilitas publik sesuai amanat regulasi aksesibilitas.
Berapa ukuran standar?
Umumnya 30x30 cm, tebal 3–5 cm, dengan warna kontras (kuning).
Terbuat dari bahan apa saja?
Beton, keramik, karet, plastik, atau resin.
Apakah hanya untuk tunanetra?
Utamanya untuk tunanetra, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat umum sebagai panduan visual.
Guiding Block | +62 8133 630 3400